Apresiasi

“Do you like other’s appreciation?”

Bohong kalau ada yang jawab ngga. Atau setidaknya, aku pribadi mau jawab: “Yes I do.”

Ketika kamu melakukan suatu pekerjaan yang melelahkan, ketika kamu bekerja keras, saat kamu berjuang dan berkorban untuk orang lain, tentunya kamu suka kalau ada yang bilang, “Wah kerjamu bagus, makasih ya!” atau tiba tiba kamu dapet bonus dari atasan kamu atas dedikasimu, naik pangkat, hadiah, dan masih banyak lagi contoh yang mungkin gak akan aku sebutkan saat ini juga. Yang pastinya kamu mengerti.

Aku sendiri juga gitu. Aku pernah melakukan suatu kerja keras untuk orang lain. Aku berusaha ngelakuin yang terbaik yang aku bisa, aku gak mau pekerjaanku sampai gagal. Yah intinya, aku menjadikan hal tersebut sebagai prioritas penting dalam jadwalku. Tapi sayangnya, saat itu aku gak mendapatkan respon yang sepadan dengan apa yang aku lakukan. Seolah olah pekerjaanku gak ada manfaatnya, bahkan dilupakan. Sedih? Banget.

Aku sempet ngerasa kecewa waktu itu. Karena aku ngerjain itu semua gak main main. Bahkan sempet berfikir buat gak usah bantu mereka lagi. Buat apa? Toh usahaku selama berbulan bulan gak dianggep. Buat apa aku nolongin orang yang gak tau terima kasih? Yang sayangnya hal tersebut cuma bisa aku simpen sendiri. Karena meluapkan apa yang aku rasakan saat itu cuma terkesan kayak “ngemis imbalan”. Dan aku gak mau bikin masalah tambah panjang lagi.

Tapi pernah juga. Aku ngelakuin suatu hal kecil, bantu seorang temen. Dan dia bilang makasih berkali kali. Padahal apa yang aku lakukan gak seberapa. Dan bisa aku kerjain dengan mudah. Di situ aku ngerasa seneng. Oh ya, dan sebagai reader aktif Wattpad, aku kadang suka terharu sama author yang rajin bales balesin komen dari readernya. Atau waktu itu pernah, ada seseorang yang ngirim message ke aku, bilang makasih karena udah ngevote ceritanya (padahal di situ aku belom baca sampe selesai, Cuma ngevote doang). Dan mereka orang orang yang cukup terkenal di dunia Wattpad.

Sepele? Banget. Dan kedengerannya remeh. Tapi dampaknya luar biasa, lho! Percayalah, ucapan terima kasihmu bisa membangun atau bahkan merusak mental seseorang. Akan tetapi, bersikaplah sewajarnya. Jangan berlebihan, karena kamu bisa melambungkan dia terlalu tinggi hingga akhirnya dia menjadi sombong. Trus taunya dari mana? Teruslah belajar, dan kamu akan tau dengan sendirinya. Aku juga masih belajar kok 🙂

Dan jangan pernah mengabaikan orang lain. Karena kamu gak pernah tahu seberapa keras dia berusaha. Kamu gak akan tahu gimana susahnya dia ngelakuin hal itu demi kamu. Jika menurutmu mudah, bukankah tingkat kesulitan itu relatif? Setidaknya berilah dia penghargaan karena sudah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untukmu. Ayolah, cukup dua kata sederhana,”terima kasih.”

Sulitkah?

Dan suatu saat kamu akan mendapatkan yang lebih baik lagi dibandingkan dua kata simple itu,

Semangat!

.

.

-nafaauru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s